Gunakan Pompong, Warga Tarempa Tempuh 5 Mil Untuk Memperoleh Air Bersih

oleh -1.743 views
Pompong Nelayan Di Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan, Minggu (28/7/19)

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM| Warga Tarempa, Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan selalu mengalami krisis air bersih pada setiap tahun.

Akibat kebutuhan air bersih yang belum juga tuntas di kabupaten Kepulauan Anambas, masyarakat di Desa Sri Tanjung selalu mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kepentingan umum seperti mandi, mencuci dan kebutuhan lain-lain.

Sulitnya mendapatkan air bersih membuat warga di Desa Sri Tanjung harus mencari air bersih hingga sejauh 8 Kilometer atau sekitar 5 Mil menyeberang laut.

Liong hua (58), warga Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan hingga harus menempuh jarak jauh untuk memperoleh air bersih.

“Karena tidak ada air untuk saya ambil di Tarempa, sehingga saya harus ke Desa Bayat yang jarak tempuhnya sekitar 5 Mil nyeberang laut,” ungkap, Liong Hua, yang berprofesi sebagai nelayan, Minggu (28/7/19).

Ia membawa sekitar 5 Drum ke Desa Bayat dengan pompong miliknya yang digunakan untuk melaut.

“Saya bawa 5 Drum, sekitar 1 Ton muatannya, itupun hanya tahan untuk kebutuhan selama 2 hari,” jelasnya.

Dikatanya, sekali perjalanan yang ditempuh untuk mengangkut air bersih dari Desa Sri Tanjung Kecamatan Siantan menuju Desa Bayat Kecamatan Siantan Utara menghabiskan sekitar 5 (lima) liter solar.

“Paling sedikit 5 liter minyak, sedangkan untuk air kita juga harus bayar, saat itu saya bayar Rp 50 ribu per 1 Ton,” keluhnya.

Sementara itu, Desvian tokoh pemuda di Desa Sri Tanjung membenarkan kalau masyarakat di desanya dalam beberapa bulan terakhir ini untuk memperoleh air bersih sampai harus menyeberang pulau.

“Karena memang kesulitan untuk memperoleh air bersih, sampai ada sebagian masyarakat mengambil air di Antang dan di pulau Bayat, termasuk bapak mertua saya ambil air pakai pompong miliknya ke Antang,” jelas Desvian, yang akrab disapa Bujang.

Lanjut kata Bujang, dari tahun ke tahun kebutuhan air bersih tidak terselesaikan di Kabupaten Kepulauan Anambas umumnya dan di Tarempa Khususnya.

Ia berharap, pemerintah harus serius mencari solusi untuk pemenuhan air bersih baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang, sehingga masyarakat tidak terus mengalami krisis air bersih. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *