Besok, Relawan Kemanusiaan Bagikan Masker Serentak di 4 Kecamatan

oleh -606 views

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM| Non Goverment Organizer Seni, Sosial, Budaya dan Olahraga (NGO-SEBORA) bersama Aliansi Mahasiswa Peduli Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) serentak akan membagikan masker kepada masyarakat di 4 kecamatan.

Aliansi Mahasiswa Peduli Anambas yang terdiri dari Ikatan Pelajar Mahasiswa KKA (IPMKKA) Jakarta, Himpunan Mahasiswa KKA (HIMKA) Tanjungpinang, Kesatuan Pelajar Mahasiswa Anambas (KPMA) Bandung, Keluarga Pelajar Mahasiswa KKA Yogyakarta (KPMKKA-Y).

Informasi yang dihimpun, pembagian masker tersebut akan dilaksanakan di Kecamatan Siantan, Palmatak, Kute Siantan dan Jemaja.

” Ia, besok kita akan serentak membagikan masker di 4 Kecamatan, ini sebagai bentuk kepedulian kami sebagai anak bangsa,” kata Ardian Sekretaris NGO SEBORA KKA, Minggu (12/4/2020).

Nantinya, kata Ardian, selain pembagian masker juga akan dilakukan pemasangan spanduk ucapan terimakasih sebagai bentuk dukungan kepada medis dan paramedis.

“Kita akan menyampaikan dukungan moril secara langsung kepada dokter, perawat dan staf di RSUD Tarempa, UPT RSUD Palmatak dan UPT RSUD Jemaja karena merekalah garda terdepan dalam memerangi Covid-19 khususnya di Kabupaten Kepulauan Anambas,” jelas pria lulusan sarjana pendidikan (S.Pd) tersebut.

“Dihari berikutnya, kita juga akan bantu berbentuk paket sembako dan Hand Sanitizer” sambungnya.

Terpisah, Jumadra dari Aliansi Mahasiswa Peduli Anambas sekaligus Ketua IPMKKA Jakarta mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk tanggungjawab moral mahasiswa dan pemuda untuk melawan Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Anambas.

” Tentu kita melihat angka penularan virus corona disetiap daerah di Indonesia terus meningkat, kegiatan ini salah satu bentuk upaya pencegahan jangan sampai virus ini masuk ke Anambas,” kata Jumadra saat dijumpai awak media.

Selain pembagian masker dan dukungan terhadap medis dan paramedis, Ia mengatakan Aliansi Mahasiswa Peduli Anambas dan NGO SEBORA akan membantu masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi, khususnya Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Mereka yang ditetapkan ODP dan PDP itukan harus isolasi diri selama 14 hari, untuk yang kurang mampu secara ekonomi tentu akan jadi beban karena tidak bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, makanya kita ingin hadir sedikit membantu mengurangi beban mereka dalam bentuk sembako,” jelas Jumadra.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *