APDESI Anambas Benarkan Penolakan Pengoperasian Kapal Feri

oleh -1.984 views
Zainal Aripin Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Kepulauan Anambas. Sumber foto: Istimewa

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM| Puluhan Kepala Desa di Kabupaten Kepulauan Anambas menolak rencana pengoperasian kembali kapal feri tujuan Tanjungpinang-Anambas ditengah pandemi Covid-19.

Penolakan tersebut dibenarkan oleh Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Kepulauan Anambas, Zainal Aripin.

“Iya benar, sampai saat ini sudah 28 Kepala Desa yang menolak dan 1 Kelurahan Tarempa,” kata Aripin saat dikonfirmasi zonasidikcom, Rabu (13/5/2020).

“Ini saya lagi buat surat penolakannya,” sambung Aripin yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Piasan Kecamatan Siantan Utara.

Menurut Ia, penolakan tersebut dikarenakan kepala desa lagi konsentrasi dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Kepala desa lagi capek sekarang kalau dapat berilah waktu kita lapang dulu masalah covid ini, kita baru saja mau lega rasanya, sekarang timbul lagi,”ucapnya.

Terkait penolakan tersebut, menurut Aripin solusi yang ditawarkan kepala desa agar pemerintah daerah memberikan bantuan kepada masyarakat atau mahasiswa yang berada diluar daerah menjelang pandemi Covid-19.

“Bukan kita tidak kasian dengan mahasiswa kita, tetapi mahasiswa kita pikirkan juga yang kita bekerja siang dan malam, sekarang timbul yang baru lagi,”

“Jika sebelum lebaran Feri dari Tanjungpinang dijalankan, jujur kalau saya tidak sepakat, kenapa? Karna kami akan menambah kerja kami dengan melakukan karantina terpisah,”jelasnya.

Kembali ia menegaskan bahwa penolakan tersebut sudah disampaikan kepada Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 Kabupaten Kepulauan Anambas.

(RED)

2 thoughts on “APDESI Anambas Benarkan Penolakan Pengoperasian Kapal Feri

  1. Apapun yg d lakukan pemerintah.baik tingkat desa .kabupaten .prospinsi dn pemerintah pusat ..smua d lakukan untk kebaikan bersama….jd kita masyarakat harus bisa saling mengerti dn mau membantu pemerintah dm terwujud.y indonesia sehat dan indonesia seperti dulu lagi

  2. Assalamu’alaikum.
    Disampaikan bahwa penolakan jalannya fery adalah pemutus covid-19. Betul sekali pak
    Lalu disebutkan Solusi terbaik ada memberikan bantuan kepada Masyarakat dan mahasiswa yang masih diluar Kab. Kep. Anambas.
    Lalu, kapan kami (Mahasiswa & Masyarakat Kab. Kep. Anambas) akan diberikan bantuan? Setelah lebaran? Setelah Covid 19 mereda? Setelah tahun baru, atau setelah tau kalau ada Masyarakat Anambas yang Posiitif covid 19 dulu baru diberikan?. Waktu itu ada artikel pemulangan mahasiswa. Tapi? Nothing. Never. Dan akhirnya mahasiswa masih banyak terperangkap di daerah perantauan. Saya Mahasiswa di Anambas yg kuliah di Bali. Pulang? No. Karna saya tau itu berdampak besar. Tpi bukan berarti saya tidak bisa pulang pak. Seminggu sebelum penutupan semua bandara dan pelabuhan saya sudah persiapkan. Tpi, Karna saya dadi ZONA MERAH saya batalkan keberangkatan saya.
    Maaf. Bukan mau membandingkan. Saya kadang agak malu sama pemerintah provinsi lain. Teman² saya yg anak rantau dpat tunjangan 1,5jt perbulan, mahasiswa ber KTP bali dpat bantuan pembayaran Ukt 1,5jt perbulan selama Pasca Covid19. Kepulauan Riau? Anambas? Apa kabar. Kami masyarakat kami mahasiswa butuh tindakan bukan omongan.
    Salam dari saya Aidil Syahputra. Mahasiswa Politeknik Negeri Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *