Targetkan Peningkatan Jaringan Irigasi di Jemaja, DPUPRPRKP Anambas: Akan Rampung Akhir Tahun 2021

oleh -46 views

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM| Program Kedaulatan Pangan Nasional melalui kegiatan pembangunan, peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi sesuai yang diamanatkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai program unggulan maka, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) melakukan Peningkatan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (DI) Jemaja Timur tepatnya di Desa Ulu Maras dan Desa Bukit Padi, Selasa (26/10/2021).

Peningkatan jaringan irigasi merupakan upaya Dinas PUPRPRKP meningkatkan fungsi jaringan irigasi dengan menambah jaringan dan merehabilitasi saluran yang rusak sehingga meningkatkan jumlah air dan sawah yang terlayani.

Manfaat pembangunan jaringan irigasi ini memungkinkan lahan-lahan tidur dijadikan sawah dan masyarakat petani mendapat jaminan ketersediaan air pada persawahan mereka sebagaimana Daerah Irigasi seperti yang diketahui, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Kabupaten Kepulauan Anambas Pulau Jemaja merupakan salah satu lumbung padi yang ada di Anambas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Nopiyanto, ST menjelaskan DPUPRPRKP Anambas mendapatkan Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang irigasi setelah melewati proses verifikasi dan telah memenuhi kriteria usulan mulai dari provinsi hingga kementerian,saat ini di Provinsi Kepulauan Riau hanya Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Natuna yang mendapat anggaran DAK bidang irigasi ini.

Nopiyanto menyampaikan “saat ini Pemerintah Daerah(Pemda)sedang membangun jaringan sekunder dan memperbaiki saluran primer yang rusak serta bangunan pendukung lainnya yang diperlukan untuk Daerah Irigasi (DI) Jemaja di Desa Ulu maras dan Desa Bukit Padi,”ujarnya.

“Nilai kontrak Rp. 4.117.000.000,- (Empat Milyar Seratus Tujuh Belas Juta Rupiah) yang anggarannya berasal dari Dana Anggaran Khusus (DAK Penugasan) Tahun 2021 untuk Daerah Irigasi (DI) Jemaja,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Nopi mengatakan pembangunan sempat mengalami kendala karena penolakan oleh pemilik lahan, sehingga terjadi penyesuaian desain pembangunan.

“Wajar setiap pekerjaan mengalami kendala dan hambatan, sehingga perlu dilakukan perubahan untuk menyesuaikan kondisi lapangan saat itu, tapi pembangunan harus tetap dilanjutkan untuk mendukung Program Kedaulatan Pangan Nasional.Insyaallah semua kendala dapat terselesaikan dan akhir tahun ini juga sudah rampung pengerjaannya, dengan begitu status Daerah Irigasi Jemaja telah tuntas dan diharapkan dengan selesainya pengerjaan dapat meningkatkan produksi padi di Anambas ini,” kata Nopiyanto,ST. (Pin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *