HNSI Anambas Minta Pemda Evakuasi Bangkai Kapal

oleh -254 views
Kondisi kapal dengan kode nomor KG. 91091.TS tenggelam di dermaga Balai Pelabuhan Perikanan Pantai Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan. (Foto: Pinni)

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM| Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Kepulauan Anambas, Dedi Syahputra meminta kapal yang tenggelam di Pelabuhan Perikanan Pantai segera di evakuasi.

Kurang lebih 6 tahun, keberadaan bangkai kapal dengan kode nomor KG. 91091.TS milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas itu berada di dermaga Balai Pelabuhan Perikanan Pantai Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan.

“Kita meminta agar kapal tersebut segera dievakuasi, karena mengurangi kapasitas sandar pelabuhan maupun menganggu alur pelayaran kapal yang keluar masuk pelabuhan,” kata Dedi saat dikonfirmasi awak media, Selasa (14/12/2021)

Sebab, menurut Dedi, pelabuhan tersebut selain aktifitas nelayan untuk mengisi kebutuhan es balok dan kebutuhan air sebelum melaut, juga merupakan tujuan kapal perikanan dari luar daerah bersandar.

“Kapal perikanan dari luar daerah bersandarnya disitu, dengan begitu pemerintah dapat menarik redistribusi resmi serta mudah untuk melakukan pengawasan terkait aktifitasnya,”

“Keberadaan bangkai kapal itu sangat merugikan dan mengakibatkan kehilangan potensi pendapatan daerah,” sebut Dedi yang juga menjabat Direktur NGO SEBORA Anambas tersebut.

Menurut Dedi, dari luas kapasitas dermaga Balai Pelabuhan Perikanan Pantai, sepertiganya tidak bisa digunakan karena keberadaan bangkai kapal tersebut.

Dedi mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, Balai Pelabuhan Perikanan Antang sudah menyurati Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas pada 27 Agustus 2021 untuk meminta evakuasi bangkai kapal tenggelam.

“Pemerintah Provinsi, melalui Balai Pelabuhan Perikanan Pantai sudah bersurat, tetapi hingga sekarang belum dapat jawaban kepastian,” jelasnya.

Sementara itu, Ramadhan Rido Pratama selaku petugas Pelabuhan Perikanan Pantai (P3) Antang saat dikonfirmasi mengatakan, pihak pemda sudah melakukan peninjauan, namun belum tau pasti kapan kapal tersebut akan dievakuasi.

“Dari pemda sudah konfirmasi akan segera ditimbulkan kembali dan katanya akan segera di handle,” kata Rido kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Rabu (15/12/2021).

Dirinya juga tidak mengetahui kapan kapal tersebut berada di pelabuhan Antang. “Sejak saya bertugas di Pelabuhan Antang tahun 2015, kapal itu sudah ada,” ujarnya. (Pin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *