Ramadhan, Momentum Penguatan Moral Wartawan ( Episode 2)

oleh -101 views

Oleh : Asril Masbah, Pimred Anambas Pos

Ayat pertama yang turun dalam surat Al – ‘ Alaq tersebut, berisikan perintah membaca. Namun membaca pada ayat berikutnya memiliki landasan hukum yang tegas yakni, membaca harus dengan pemahaman nama Tuhan Allah SWT.

Menyusul, bahwa Allah SWT menyampaikan ayat- ayat sebagai tanda- tanda kebesarannya, melalui perantaraan khalam, ( QS: Al- ‘Alaq ayat 2-3). Pada tahap inilah, proses menulispun diperkenalkan oleh Allah SWT.

Secara moralitas, proses membaca dan menulis, sejak awal sudah beriringan dengan konsekwensi pertanggungan jawabnya. Memiliki nilai- nilai kebenaran dan ketuhanan.

Membaca dan menulis dalam arti yang lebih luas dapat dimaknai dengan proses menuntut ilmu. Bahwa ilmu menjadi barometer terhadap kualitas hidup manusia di alam bumi. Tanpa ilmu, manusia tidak akan dapat melalui kehidupan dengan baik, ( QS: Al- Mujadallah ayat 11).

Dalam arti yang spesifik, bagi Wartawan ilmu di sini dapat bearti wawasan. Tanpa wawasan yang luas, seorang wartawan akan kesulitan untuk mengembangkan karya tulisnya. Sebab, mengalami keterbatasan perbendaharaan kata-kata. Wawasan dapat diperoleh dari banyak media menuntut ilmu. Bisa di Perguruan Tinggi, bisa melalui diklat- diklat khusus, melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) atau bisa juga lewat pengabdian panjang bekerja di perusahaan media.

Jika tahapan itu dilalui, dimungkinkan, bagai seorang wartawan akanemiliki wawasan luas dan banyak referensi. Sehingga, akan mampu menulis dengan karakter yang kuat dan memiliki ciri khas. Akhirnya, dapat mengangkat dirinya dikenal dan diperhitungkan.

Menjadi seorang wartawan, secara tidak langsung kita terus belajar dari masa ke masa. Karena, seorang wartawan harus menguasai setiap informasi dan kondisi yang berkembang. Dengan demikian, wartawanlah, salah satu unsur profesi yang menjalani tuntutan menuntut ilmu seperti yang tertuang dalam sebuah Hadist Rasulullah SAW. ” Tuntutlah ilmu mulai dari buaian hingga ke liang lahat,’ (Al- Hadist)

Bersambung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.