Bertema Bullying di Lingkungan Sekolah, Kacabjari Roy Kenalkan Hukum ke Siswa-siswi SMPN 1 Palmatak

oleh -157 views

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM| Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Natuna di Tarempa bekerja sama dengan bagian hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar sosialisasi hukum program Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 1 Palmatak Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (12/05/2022).

Kepala Cabjari Natuna di Tarempa, Roy Huffington Harahap mengatakan, pada kegiatan penyuluhan hukum Jaksa Masuk Sekolah pada tahun 2022 mengambil tema “Bullying di Lingkungan Sekolah”.

“Ini merupakan salah satu program Kejaksaan yakni ‘Jaksa Masuk Sekolah’. Perlu diketahui, tugas dan fungsi Jaksa adalah pegawai negeri sipil dengan jabatan fungsional yang memiliki kekhususan dan diberi kewenangan berdasarkan Undang-undang untuk bertindak sebagai penuntut umum, sebagai penyelidik atau penyidik,” ujar Roy.

“Melaksanakan penetapan hakim, jaksa pengacara negara. Ini pengenalan bagi generasi muda tentang Kejaksaan, sekaligus kami ingin memberi motivasi kepada siswa siswi agar kelak Kejaksaan memiliki Jaksa yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Anambas ini,” sambungnya.

JMS merupakan program Kejaksaan Agung RI dan jajaran korps Adhyaksa diseluruh wilayah Indonesia yang lahir berdasarkan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor : 184/A/JA/11/2015 tanggal 18 Nopember 2015 tentang Kejaksaan RI mencanangkan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Palmatak mengatakan, JMS sangat penting dilakukan, karena ini merupakan pemahaman dini kepada para pelajar tentang bullying di lingkungan sekolah yang marak terjadi.

“Generasi muda adalah penerus bangsa, tentu harus memahami sejak dini apa itu Kejaksaan,” ujarnya.

Bupati Kepulauan Anambas dalam hal ini diwakili oleh Asisten I sekretariat daerah Kabupaten Kepulauan Anambas menyampaikan, apresiasi kepada Cabjari Natuna di Tarempa yang telah memberikan sosialisasi tentang hukum kepada siswa siswi di kabupaten kepulauan anambas sehingga siswa siswi dapat mengenal hukum sejak dini.

Sosialisasi sendiri berjalan dengan lancar dan terjadi diskusi-diskusi yang menarik, tentang hukum karena keingin tahuan para pelajar tentang apa itu jaksa serta persoalan hukum seperti narkotika, perundungan di sekolah baik secara langsung maupun daring (cyberbullying), berita bohong atau hoax, kekerasan seksual dan undang-undang ITE. (Pin/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.