Dukung Pelestarian Penyu di Anambas, KKP Serahkan Bantuan Konservasi Kepada Kompak Jemaja Lestari

oleh -160 views

ANAMBAS-ZONASIDIK.COM| Kementerian Kelautan dan Perikanan cq. Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) melalui LKKPN Pekanbaru setiap tahun mengupayakan program Bantuan Pemerintah dibidang Konservasi untuk Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Adapun bantuan yang disalurkan untuk Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Penyu Jemaja Lestari berupa perahu fiber dengan mesin 25 PK dan peralatan pendukung pelestarian penyu berupa 5 life jacket, 4 headlamp dan 1 kamera underwater dengan total bantuan Rp. 99.247.875 di Ruang Pertemuan Media Center Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Selasa (21/06/2022).

Victor Gustaaf Manoppo selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) menegaskan, pengelolaan kawasan konservasi akan berhasil apabila masyarakat di sekitarnya merasa memiliki kawasan konservasi tersebut dan terlibat dalam pemanfaatan secara bertanggung jawab.

“TWP Kepulauan Anambas ini ada dan ditetapkan untuk masyarakat Kepulauan Anambas, sehingga masyarakat melalui kelompok masyarakat penggerak konservasi ini
diharapkan ikut serta mengelolanya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar menyampaikan, terima kasih kepada KKP dan menyambut baik bantuan yang diberikan dan mendukung kerjasama pengelolaan kawasan dengan melibatkan kelompok masyarakat.

“Ini selaras dengan motto Kabupaten Kepulauan Anambas Kayuh Serentak Langkah Sepijak, sinergitas antara LKKPN Pekanbaru dengan kelompok Penyu Jemaja Lestari diharapkan dapat melestarikan penyu sebagai hewan langka dan dilindungi,” kata Sakhtiar.

Sejalan dengan itu, Direktur KKHL Andi Rusandi mengatakan, pemberian bantuan ini sebagai bentuk dan upaya dari Kementerian kelautan dan Perikanan melibatkan peran serta masyarakat dalam membantu pemerintah mengelola kawasan konservasi, karena keterbatasan sumberdaya yang dimiliki pemerintah bisa ditutupi oleh keterlibatan masyarakat.

“Kehadiran kelompok ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya kegiatan konservasi khususnya dalam pelestarian penyu, dan diharapkan hal baik ini bisa ditularkan kepada masyarakat lainnya sehingga nantinya akan muncul banyak kelompok-kelompok penggerak konservasi” ujar andi.

Fajar Kurniawan, Kepala LKKPN menjelaskan perairan di sekitar Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan kawasan konservasi perairan nasional Taman Wisata Perairan (TWP) Kepulauan Anambas. Dalam pengelolaannya diperlukan keikutsertaan dari masyarakat khususnya kelompok masyarakat penggerak konservasi agar kekayaan alam Perairan Anambas yang luar biasa terkelola dengan baik dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat untuk kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat Kepulauan Anambas.

“Kita sudah menyalurkan bantuan konservasi dari tahun 2017-2022 sebesar 1,6 milyar untuk 16 kelompok masyarakat penggerak konservasi, dan kita selalu melakukan monitoring dan evaluasi serta melakukan pembinaan terhadap kelompok yang menerima bantuan ini,” kata fajar.

Fajar menambahkan pemberian bantuan kepada Kelompok Penyu Jemaja Lestari telah mengikuti prosedur sesuai dengan KepmenKP No 4 Tahun 2022 tentang Petunjuk teknis penyaluran bantuan konservasi.

Burhan selaku Ketua Kelompok Penyu Jemaja Lestari menjelaskan, kelompok Penyu Jemaja Lestari melakukan usaha konservasi terhadap telur penyu yang sudah dilakukan sejak tahun 2018 dengan cara memindahkan telur dari sarangnya untuk menghindari predator dan pencurian oleh orang yang tidak bertanggungjawab kemudian dilepasliarkan kembali ke laut.

“Terima kasih untuk KKP atas bantuannya dan dengan bantuan ini kita semakin terpacu untuk melakukan kegiatan konservasi khususnya penyu yang lebih baik lagi. Stop makan telur penyu, stop jual telur penyu agar kita bisa lihat penyu di 150 juta tahun lagi di Anambas,” tuturnya.

Untuk diketahui, Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) merupakan kelompok-kelompok yang didirikan berdasarkan inisiatif langsung dari masyarakat yang memiliki kepedulian dan komitmen terhadap kegiatan konservasi serta berperan sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan konservasi karena bersentuhan secara langsung dengan kawasan.

Upaya kerja konservasi oleh kelompok masyarakat perlu didukung oleh pemerintah dimana salah satu bentuknya adalah bantuan sarana prasarana. Dukungan bantuan sarana dan prasarana tersebut diberikan agar kelompok masyarakat dapat turut serta secara aktif dalam upaya perlindungan pelestarian sumberdaya dalam kawasan konservasi sekaligus memanfaatkannya secara berkelanjutan. (Pin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.